Selasa, 05 Februari 2019

Kebijakan sistem parkir upi kontroversial

Pernyataan Sikap Aliansi Mahasiswa UPI Menolak Pemberlakuan Parkir Berbayar di Lingkungan Universitas Pendi Indonesia Hidup Mahasiswa! Pemberlakuan kembali kebijakan parkir berbayar telah menuai banyak permasalahan di lingkungan dikan Indonesia (UPI). Menerawang secara implementasi, alih-alin menjanjika etisiensi, pemberlakuan parkir berbayar justru berdampak pada merebaknya kemacetan. Terlebih. masalah kemacetan pun diperparah dengan tarif per jam yang harus dirogoh oleh para pengendara untuk parkir Mahasiswa dan civitas academica secara keseluruhan pun tak pelak mendapat persoalan. Proses administrasi yang berbelit-belit dalam pembuatan kartu kombo (TapCash) ditambah dengan tenggat waktu yang tidak masuk akal menjadi persoalan yang tak kalah peliknya. Kronologis Perjanjian dengan Bank Nasional Indonesia (BNI) pala 6 Semptember 2018 menjadi langkah awal alam pemberlakuan parkir berbayar. Pertemuan yang digelar di Ruang Rapat Partere UPI tersebut berbuah kesepakatan pengadaan kariu TapCash dan beasiswa pendidikan. Pada momen yang sama Prof. Dr. H. R. Asep Kadarohman, M.Si, yang diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Riset, Kemitraan, dan Usaha Prof. Dr. H. Didi Sukyadi, M.A, menyatakan bahwa UPI dan BNI sudah seperti keluarga dan karenannya merupakan pangsa pasar nya bank BNI. Pada tanggal 11 Oktober 2018, UPI memulai pembuatan kebijakan perparkiran dengan membuka telang tender. Tender tersebut melibatkan 30 peserta dan memunculkan nama PT. Morteza Teknikatama sebagai pemenang dengan nilai pagu sebesar Rp. 726.000.000 untuk pengadaan mesin Pemasangan mesin parkir di titik-titik pintu masuk kendaraan di malai pada 20 November 2018 Pemasangan pintu masuk mobil yakni berlokasi di Main Gate (depaı Al-Furgoin), Gate Utara (depan museum), dan Gate Alternatif (depan SD Isola). Sedangkar pemasangan untuk pintu masuk motor meliputi Gate JI. Gerlong dan J1. Setiatudi. Menurut keterangan pihak UPI sudah melckukan survey pada tanggal 30 Oktober Surat Edaran terkait kebijakan parkir baru muncui pada 21 Desember 2018. Surat Edaran No 12362/UN40.R2/SE/2018 menyebutkan bahwa mekanisme parkir masih dalam tahap uji coba sampai 31 Desember 2018. Penjalanan mesin parkir baru akan beroperasi sepenuhnya pada 2 Januari 2019 Tanggal 23 Januari 2019, UPI kembali menerbitkan Surat Edaran baru. Surat Edaran dengan nomor 0988/UN40 R2/SE/2019 tersebut menyebutkan bahwa mekanisme parkir akan beroperasi secara penuh pada 28.Januari 2019. UPI juga mendesak kepada seluruh civitas academica untuk melakukan registrasi kartu TapCash Kecacatarn Secara partisipasi, elemen mahasiswa tidak dilibatkan secara aktif dalam penentuan kebijakan parkir penyedian jasa dan klien, karena mahasiswa membayar sejumlah biaya untuk mendanai UPL. Artinya elemen pemangku kepentingan (stakeholder) Dalih UPI bahwa pelibatan mahasiswa melalui MWA UPI tercatat telah melakukan banyak kecacatan selama kronologis pemberlakuan kebijakan parkir berbayar. Ini jelas bentuk penyimpangan mengingat bahwa hubungan UPI dan mahasiswa adalah mahasiswa memiliki hak untuk memengaruhi pengambilan keputusan.

pembuatan kebijakan perparkiran dengan lelang tender.Tender tersebut melibatkan 30 peserta dan memunculkan nama PT.Morteza Teknikatama sebagai pemenang dengan nilai pagu sebesar Rp.726.000.000 untuk pengadaan mesin Pemasangan mesin parkir di titik-titik pintu masuk kendaraan di malai pada 20 November 2018 Pemasangan pintu masuk mobil yakni berlokasi di Main Gate (depaı Al-Furgoin), Gate Utara (depan museum), dan Gate Alternatif (depanSD Isola).Sedangkar pemasangan untuk pintu masuk motor meliputi Gate JI.Gerlong dan J1.Setiatudi.Menurut keterangan pihak UPI sudah melckukan survey pada tanggal 30 Oktober Surat Edaran terkait kebijakan parkir baru muncui pada 21 Desember 2018. Surat Edaran No 12362/UN40.R2/SE/2018 menyebutkan bahwa mekanisme parkir masih dalam tahap uji coba sampai 31 Desember 2018. Penjalananmesin parkir baru akan beroperasi sepenuhnya pada 2 Januari 2019 Tanggal 23 Januari 2019, UPI kembali menerbitkan Surat Edaran baru.Surat Edaran dengan nomor 0988/UN40 R2/SE/2019 tersebut menyebutkan bahwa mekanisme parkir akan beroperasi secara pada 28.Januari 2019. UPI juga mendesak kepada seluruh civitas academica untuk melakukan registrasi kartu TapCash Kecacatarn Secara partisipasi, elemen mahasiswa tidak dilibatkan secara aktif dalam penentuankebijakan parkir penyedian jasa dan klien, karena mahasiswa membayar sejumlah biaya untuk mendanai UPL.Artinya elemen pemangku kepentingan (stakeholder) Dalih UPI bahwa pelibatan mahasiswa melalui MWA UPI tercatat telah melakukan banyak kecacatan selama kronologis pemberlakuan kebijakan parkir berbayar.Ini jelas bentuk penyimpangan mengingat bahwa hubungan UPI dan mahasiswa adalah mahasiswa memiliki hak untuk memengaruhi pengambilan keputusan.

Sabtu, 29 Desember 2018

Bagaimana menyikapi kelakuan netizen

Belajar moral by Ervina 

Pada dasarnya manusia menunjukan apa yang menjadi kelemahannya. Semakin ia terlihat menunjukan bahwa ia sempurna disitulah semakin terlihat kelemahan sesungguhnya.
Tidakkah kamu melihat banyak orang biasa menunjukan betapa hebatnya dia membeli barang2 branded dan baik supaya diakui dan dibuat iri oleh orang lain. Ada juga yang bilang bahwa dia hanya ingin membagikan kebahagiaannya . Tidakkah itu berlebihan? Haruskah dengan menunjukan motor mewahnya? Haruskah menunjukan hartanya? Haruskah menunjukan fasilitasnnya? Bisa jadi harta yang ia posting atau yang ia pamerkan hanyalah harta satu2nya yang paling berharga.
Memang sikapku terlalu berlebihan terhadap orang yang terlalu pamer, tetapi pernahkah kalian merasa gatal dan ingin menasihati seseorang terhadap sebuah perilaku tsb? Acap kali kita sering disebut sebagai netizen yang suka menghujat saking kita terlalu pedulinya terhadap sikap seseorang menunjukan sesuatu yg terkesan sombong dan pamer.
Aku selalu merefleksi diri, apa urusan kita bung ? Hey sudahlah itu urusan mereka. Mungkin mereka itu sedih dan saking sedihnya dan menyedihkannya ia harus menunjukan kebahagiaannya.
Aku takut sekali dimana aku tak mampu membedakan perasaan syirik dengan perasaan peduli karena itu beda tipis namun maknanya sangat sangat jauh berbeda. Acapkali indonesia terkenal dengan sifat peduli dan kritisnya sehingga membuat org yg menerima atau mendengar nasihat kita itu sebagai netizen atau sebagai manusia nyinyir yang hobinya ngurusin org .
Hei sadarlah, para org orang yang suka di nyinyirin netizen. Kalian pun pasti pernah nyinyirin orang sampai orang itu menganggap anda netizen. Jika anda tidak pernah merasa begitu berarti anda bukan masyarakat sosial dan anda tidak peduli dengan lingkungan sosial anda cuek dan individual.  Kalau kalian merasa banyak yang membuli dan menghujat kalian berarti ada sikap yang telah kalian tampakan di lingkungan kalian baik di sosmed maupun dalam dunianyata yang tidak meng enakan dan bersikap berlebihan. Saya yakin orang yang tidak menampakan kejelekannya dimukabumi ini jarang dikritik dan dihujat karena mereka wajar dan tidak perlu diingatkan karena tidak ada yang mengetahui kejelekan kalian. Dan saya yakin jika kalian menampakan sifat kejelekan kalian dimuka bumi maka banyak sekali yang tidak menyukai kalian terlebih itu pasti ada sesuatu yang salah dengan diri kalian yang perlu diperbaiki.
Tuhan selalu baik, menutupi aib kita sebagai manusia makanya kita masi diberi teman dan sodara yang baik dan masi mau mengobrol dengan kita meski kita tau dosa kita sangat besar. kenapa? Karena ketika mereka melihat kita tuhan mencoba menutup aib kita . Bayangkan ketika kita mencoba menampilkan aib kita berapa banyak yang masi mau mendekati kita ? Mungkin banyak namun mereka sama2 memiliki aib yang sama.
Jika kalian tidak ingin merasa dibuli dan dihujat karena kesalahan kalian, Maka jangan tampakan aib kalian dimuka bumi ini. Dan jika kalian merasa perlu dikoreksi dan ingin banyak yang peduli dengan aib kalian silahkan kalian sebar kelemahan kalian di muka bumi ini. Cuman saya tidak menjamin semua orang akan simpati dengan kalian dan mensuport kalian. So bijak2 lah dalam bersosmed ataupun bertutur kata. Karena terkadang aku kesal dan seolah tak mau melihatnya jika ada sesuatu yang menyimpang. Bahkan kadang gemas ingin mengomentari mereka, namun apa daya aku ga berani karena mungkin saja aku bisa disebut terlalu ikut campur dengan mereka.
Tahun 2018 adalah tahun yang paling amat harus menjaga tuturkata ataupun tulisan dalam sebuah postingan di sosmed karena 2 akibat yang bisa didapatkan kalau kita asal bicara yang pertama bisa memicu support yang kedua bisa memicu bumerang karena hanya bisa merusak citra pribadi yang telah kita bangun untuk menjadi baik.
Kita bisa saja berkata bahwa moral orang lain sudah rusak dan bokbrok tapi jangan sampai moral kita juga ikut rusak karena tingkah mereka yang membuat kita sakit kepala. Sebagai orang yang bertutur sebaiknya lebih bijak dalam berperilaku dan sebagai netizen lebih baik dalam bertutur jangan sampai melihat orang yang sudah rusak moral kita malah ikut rusak dengan cacimaki. Jadilah pribadi yang lebih baik dan marahpun boleh namun lebih ber etika. Jadi manusia yang bermartabat sangatlah penting. Dunia visual seringkali mengajarkan ilmu2 duniawi dan teori yang membuat kita semakin kritis namun mereka lupa mengajarkan hal hal yang  dapat merusak moral tanpa kita sadari kita tidak  seperti manusia. Kita tidak lebih baik dari seekor hewan karena hewan tidak pernah saling menyakiti kecuali hanya memburu untuk makan. Ia tidak pernah menyiksa ataupun berkata kasar. Sedangkan kita manusia yang saat ini diberi ilmu pengetahuan dan logika. Kita telah lupa bahwa kita manusia sepatutnya menjadi manusia yang berbudi pekerti yang baik. Kepintaran yang semakin meningkat geoat tak berimbang dengan kepintaran dalam bertutur dan bersikap. Saya bingung karena kualitas pendidikan diindonesia saat ini meningkat, namun kenapa saat ini lebih banyak orang yang berkata kasar dan berbicara seenaknya.

Intinya dari tulisan ini adalah
Kita manusia toleran namun toleransi harus diimbangi dengan kata2 bijak. Dan kita sebagai manusia terkadang ingin dikenal dengan cara sensasi dengan menunjukan aib kita agar diperhatikan. Hai bung, sadarlah. Ingin diperhatikan jadilah pemuda yang lebih baik bukan orang yang ingin terkenal karena cari sensasi dan banyak dihujat.  Dan kalian merasa kalian di dzalimi ? Anda tidak pernah berfikir kenapa anda sampai dihujat seperti itu? Kalian telah menunjukan terang2an kesalahan kalian sehingga banyak orang mencoba menasihati dengan cara yang buruk. Dan sebagai netizen pun kalian tidak merasa bahwa ujaran kebencian kalian sudah diambang batas karrna hingga terang2an membenci dengan berkata kasar dan hingga orang yang melihatnya pun melihat diri kalian telah rusak moralnya karena mencaci seseorang berlebihan.

Tips agar tidak berurusan dengan orang yang salah menurut ervina

1. Selalu koreksi diri dan jadilah pribadi yang lebih baik. Jangan anda merasa benar karena manusia mahkluk tempat banyak salah jadi selalu perbaiki diri. Saya yakin orang yang banyak dinasihati  dan banyak hatters karena ada yang salah meskipun itu setitik.

2. Jika kalian merasa kalian benar namun menurut orang lain salah jangan tampakan kesalahan anda kecuali jika sudah terpojokan. Misalnya anda mencuri: apakah anda harus terang2an mencuri? Wahai sesungguhnya orang2 yang banyak dicaci adalah orang yang merasa dirinya benar dan mereka secara terang2an menunjukan argumennya dirinya benar padahal itu salah

3. Jika ada orang yang sekira2nya buruk dan argumennya salah boleh dikoreksi namun jangan di caci, karena kita belajar untuk mengkoreksi kesalahan bukan membenci orang. Misalnya anda berbuat 1 kesalahan , anda lalu dibenci seluruh kepribadian anda oleh teman2 terdekat anda bukan kah itu tidak adil ? Sebaik2nya orang adalah orang yang membenci kesalahan bukan membenci kepribadian. Karena kita sesama manusia tidak diajarkan untuk saling membenci. So berbijaklah dalam melihat sebuah masalah ataupun konflik

4. Jangan terlalu memusingkan sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan diri kita. Lupakan masalah orang lain dan konflik orang lain. Kita sebagai manusia harus nelajar dari kesalahan orang lain jangan sampai terjadi pada diri kita.

Dan happy happy ajalah terus nikmatin hidup kita tanpa perlu menunjukan betapa bahagia kita atau betapa sedihnya kita apabila itu tidak penting dan hanya untuk diakui status kita. Terserah orang mau menghina kita miskin atau apa yang penting kita bahagia. Toh dengan memiliki sesuatu yang kita mau belum tentu hidup kita bisa seutuhnya bahagia. Syukuri apa yang ada apa yang kita miliki dan perbanyak berdoa dan bersedekah itu lah yang membuat kita bahagia. Berbagilah dan jangan menyusahkan sesama umat muslim.

Amiennn 😊

Cara menghadapi fitnah akhir zaman

Ustadz Abdullah Taslim

CARA MENGHADAPI FITNAH AKHIR ZAMAN

Kiat dalam menghadapi fitnah di akhir zaman yang sangat ditekankan oleh agama Islam :
...
Takwa, taat pemimpin dan berpegang pada sunnah
...
Tiga hal tersebut terkumpul dalam hadits Nabi:
...
Dari Irbadz  bin Sariyah berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah shalat mengimami kami lalu beliau menghadap kami dan menasehati kami dengan nasehat yang mendalam, air mata kami menetes olehnya dan hati kami terenyuh dibuatnya. Kami atau mereka berkata, “Ya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sepertinya ini nasehat orang yang berpamitan, maka berilah kami nasehat.” Beliau berkata, “Aku wasiatkan kepada kalian dengan takwa kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan mendengar serta taat (kepada pemimpin) sekalipun dia adalah budak  Habsyi (orang hitam). Sesungguhnya orang yang hidup dari kalian, niscaya dia akan mendapati setelahku perselisihan yang banyak. Maka wajib atas kalian untuk berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah para Khulafaur yang lurus dan mendapat petunjuk, gigitlah dengan gigi gerahammu (peganglah kuat-kuat). Dan hati-hatilah dari perkara-perkara yang baru, (dalam ibadah), sesungguhnya setiap perkara baru adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat.” (HR. Ahmad 4/126-127, Abu Dawud 4607, Tirmidzi 2676, Ibnu Majah 42,43)
...
Dalam hadits ini, Nabi menjelaskan penyakit fitnah dan obatnya, yaitu dengan:
...
Bertakwa kepada Allah, karena Allah tidak akan menyia-nyiakan hambaNya yang bertakwa kepadaNya. Tholq bin Habib pernah menasehatkan kepada Bakr bin Abdillah tatkala berkecamuk fitnah Ibnul Asy’ats: “Hadapilah dengan takwa, yaitu engkau mengamalkan ketaatan kepada Allah di atas cahaya Allah dengan mengharapkan pahala Allah, dan engkau meninggalkan kemaksiatan di atas cahaya Allah karena takut siksa Allah”. (Riwayat Ibnul Mubarak dalam Az-Zuhud 1054 dan al-Baihaqi dalam Az-Zuhud Al-Kabir 965)
...
Sumber artikel: abiubaidah.com (kiat-kiat menghadapi fitnah)
#allaboutislam

www.instagram.com/tentangislam

Omongan yang dapat menyakiti manusia

A: ambil jurusan apa?
B: pertanian.
A: yah, pertanian. nanti kalo lulus sulit nyari kerja loh.

C: gaji kamu berapa sob?
D: 2.300.000 sebulan.
C: kamu tuh S2. kok cuma digaji segitu?

E: rumahnya bapak kamu?
F: iya.
E: sudah nikah kok masih numpang di rumah orang tua?

G: anaknya baru bisa jalan, umur berapa jeng?
H: 11 bulan.
G: wah telat itu. anak saya aja baru umur 9,5 bulan sudah bisa jalan kok.

Stop, please!
Bisa ngomong yang baik gak? Kalo gak bisa, mending diem aja.
(moon grin)

Sadar gak?
Karena omongan kita, seorang mahasiswa bisa jadi gak bersyukur ketika masih banyak anak-anak yang bahkan menerima pendidikan di bangku SD saja tidak, seorang karyawan bisa jadi gak bersyukur ketika banyak pengangguran yang bingung harus nyari kerja di mana, seorang suami bisa jadi gak bersyukur ketika masih banyak jones yang bingung nyari tulang rusuknya ketelisut di mana, seorang ibu bisa jadi gak bersyukur ketika masih banyak pasutri yang merindukan momongan?

Apa faedahnya bertanya seperti itu?
Apakah menjamin kebahagiaan kalau kuliah dengan jurusan tertentu, gaji tinggi, rumah pribadi, anak bisa salto lebih cepat dari waktu normal?
Apakah manusia diciptakan dengan standar kebahagiaan yang sama?

"Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata yang baik, atau hendaklah ia diam."
Rasul kita telah mengajarkan untuk berkata yang baik, bukan baik menurut kita, tapi baik bagi yang mendengarkan. Karena kata-kata yang telah lepas dari lisanmu bukan lagi milikmu, ia milik yang mendengarkan.

Diam itu emas.
Tong kosong nyaring bunyinya.
Air beriak tanda tak dalam.
Air yang tenang jangan disangka tak berbuaya.
Yah, bahkan nenek moyang kita telah meninggalkan pribahasa untuk kita yg menyiratkan arti bahwa orang berilmu itu lebih banyak diamnya.
(moon grin)

(Saya mau nulis gini,) Jangan dengarkan nyiyiran seperti itu, berat, kamu gak akan kuat, aku saja. (Tapi karena ini tulisan saya, gak jadi. nanti dibilang plagiat) (sad)

Nah, semoga kita bertambah bijak setiap harinya.
Aamiiiin...,

By : alwi

Apakah org yg meninggal sadar bahwa dirinya sdh mati????

Orang yang mati awalnya tidak menyadari bahwa dirinya mati. Dia merasa dirinya sedang bermimpi mati. Dia melihat dirinya ditangisi, dimandikan, dikafani, disholati hingga diturunkan ke dalam kubur. Dia merasa dirinya sedang bermimpi saat dirinya ditimbun tanah. Dia berteriak-teriak tapi tidak ada yang mendengar teriakannya

Beberapa waktu kemudian

Saat semua sudah pulang meninggalkannya sendirian di bawah tanah. Allah kembalikan ruhnya. Dia membuka mata, dan terbangun dari “mimpi” buruknya.

Dia senang dan bersyukur, bahwa ternyata apa yang dia alami hanyalah sebuah mimpi buruk, dan kini dia sudah bangun dari tidurnya.

Kemudian dia meraba badannya yang hanya diselimuti kain sambil bertanya kaget,
“Dimana bajuku? Kemana celanaku?” Lalu dia meraba sekelilingnya yang berupa tanah “Dimanakah aku?” “Tempat apa ini? Kenapa bau tanah dan lumpur?” Kemudian dia mulai menyadari bahwa dia ada di bawah tanah, dan sebenarnya apa yang dialaminya bukanlah mimpi! Ya, dia sadar bahwa dirinya benar-benar telah mati.

Berteriak lah dia sekeras-kerasnya, memanggil orang-orang terdekatnya yang dianggap bisa menyelamatkannya:

“Ibuuuuu….!!!! “Ayaaaaaah…!!!!”
“Kakeeeeek!!!” “Neneeeek!!”
“Kakaaaaak!!!” “Sahabaaaaat!!!”

Tidak ada seorang pun yang menjawab nya. Dia yang selama ini lupa pada Allah pun ingat bahwa ALLAH adalah satu-satunya harapan.

Menangis lah dia sambil meminta ampun, “Ya, Allaaaaaaah…. Ya Allaaaaaaah…. Ampuni aku ya Allaaaaaaah….!!!”

Dia berteriak dalam ketakutan yang luar biasa yang belum pernah dirasakan sebelumnya sepanjang hidupnya.

Jika dia orang baik, maka muncullah dua malaikat dengan wajah tersenyum akan mendudukkannya dan menenangkannya, menghiburnya dan melayaninya dengan pelayanan yang terbaik.

Jika dia orang buruk, maka dua malaikat akan menambah ketakutannya dan akan menyiksanya sesuai keburukannya.

Pertolongan Al-Quran di Alam Kubur

Dari Sa’id bin Sulaim ra, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda:

“Tiada penolong yg lebih utama derajatnya di sisi Allah pada hari Kiamat daripada Al-Qur’an. Bukan nabi, bukan malaikat dan bukan pula yang lainnya.” (Abdul Malik bin Habib-Syarah Ihya)

Al Bazzar meriwayatkan dalam kitab La’aali Masnunah bahwa jika seseorang meninggal dunia, ketika orang – orang sibuk dengan kain kafan dan persiapan pengebumian di rumahnya, tiba -tiba seseorang yang sangat tampan berdiri di kepala mayat. Ketika kain kafan mulai dipakaikan, dia berada di antara dada dan kain kafan.

Setelah dikuburkan dan orang – orang mulai meninggalkannya, datanglah 2 malaikat. Yaitu Malaikat Munkar dan Nakir yang berusaha memisahkan orang tampan itu dari mayat agar memudahkan tanya jawab.

Tetapi si tampan itu berkata: ”Ia adalah sahabat karibku. Dalam keadaan bagaimanapun aku tidak akan meninggalkannya. Jika kalian ditugaskan utk bertanya kepadanya, lakukanlah pekerjaan kalian. Aku tidak akan berpisah dari orang ini sehingga ia dimasukkan ke dalam syurga.”

Lalu ia berpaling kepada sahabatnya dan berkata, “Aku adalah Al quran yang terkadang kamu baca dengan suara keras dan terkadang dengan suara perlahan.

Jangan khawatir setelah menghadapi pertanyaan Munkar dan Nakir ini, engkau tidak akan mengalami kesulitan.”

Setelah para malaikat itu selesai memberi pertanyaan, ia menghamparkan tempat tidur dan permadani sutera yang penuh dengan kasturi dari Mala’il A’la (Himpunan Fadhilah Amal : 609)

Allahu Akbar, selalu saja ada getaran haru selepas membaca hadits ini. Getaran penuh pengharapan sekaligus kekhawatiran. Getaran harap karena tentu saja mengharapkan Al-Quran yang kita baca dapat menjadi pembela kita di hari yang tidak ada pembela. Sekaligus getaran takut, kalau-kalau Al-Quran akan menuntut kita.

Banyak riwayat yang menerangkan bahwa Al-Quran adalah pemberi syafa’at yang pasti dikabulkan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Ya Allah, ampunilah dosaku, dosa ibu bapakku, keluargaku, saudaraku dan seluruh kaum muslimin, Ya Allah, jangan Engkau cabut nyawa kami saat tubuh kami tak pantas berada di SurgaMu. Aamiin.

Sobat sekarang anda memiliki dua pilihan,

1. Membiarkan sedikit pengetahuan ini hanya dibaca disini
2. Membagikan pengetahuan ini kesemua teman mu , insyallah bermanfaat dan akan menjadi pahala bagimu. Aamiin..

Wallohu'alam.

Boleh di SHARE sebanyak mungkin!
Siapakah sahabatku selama di alam kubur dialah AL - QUR'ANNUL KARIM.

Postingan ini sebagian tidak bersumber pada hadist dan kebenaran yang haqiqi namun postingan ini bermaksdu untuk mengingatkan kita akan kematian yang selanjutnya akan menemui kehidupan yang baru. Jadi jangan buruk prasangka

7 keutamaan membaca almatsurat

Sungguh apa yang telah diajarkan dalam Islam selalu mengandung kebaikan, saat ibadah diwajibkan dan banyak pula yang disunnahkan, semua ganjaran dan kebaikan dari ibadah ibadah tersebut diperolah tak melulu hanya perkara akhirat saja, tapi juga berbagai kebaikan selama hidup di dunia. Seperti doa-doa yang baik yang terdapat dalam Al Qur’an maupun dalam hadits-hadits shahih.

Rosulullah telah banyak mengajarkan doa kepada umatnya, salah satunya adalah doa Al Ma’tsurat, lalu apa sajakah keutamaan dan manfaat membaca Al Ma'tsurat? Selain itu Rosulullah juga menganjurkan kepada setiap umatnya untuk mengamalkan Al Ma’tsurat setiap pagi dan sore hari, karena memiliki banyak manfaat dan keutamaan bagi manusia itu sendiri.

Inilah 7 Keutamaan dan Manfaat Membaca Al Ma’tsurat

Al ma’tsurat merupakan doa yang berasal dari Nabi Muhammad SAW dengan sanad shahih. Ada berbagai manfaat dan keutamaan jika mengamalkannya setiap pagi dan sore hari. Lalu bagaimana hukum membaca Al Ma’tsurat dan apa sajakah keutamaan dan manfaatnya?

Berikut adalah keutamaan dan manfaat membaca doa al ma’tsurat:

1. Rumah terlindung dari gangguan setan

Berdasarkan hadits Nabi yang telah diriwayatkan oleh Thabrani menerangkan bahwa barang siapa yang membaca 10 ayat dari surat Al-Baqarah di dalam rumahnya maka setan tidak akan mampu masuk kedalam rumah tersebut hingga keesokan harinya. Kesepuluh ayat itu adalah empat ayat pertama surat Al-baqarah, satu ayat kursi, dua ayat setelah ayat kursi, dan ditutup dengan tiga ayat terakhir surat al-baqarah.

2. Dicukupi segala kebutuhan di dunia

Berdasarkan hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Turmudzi dijelaskan bahwa barang siapa yang membaca bacaan surat Al Ma’tsurat yaitu surat al-falaq dan an-nass dipagi dan sore hari sebanyak tiga kali maka Allah SWT akan mencukupkan segala kebutuhannya di dunia. Sehingga seseorang tidak akan merasa kekurangan selama hidup di dunia.

3. Disempurnakan nikmat

Berdasarkan hadits Nabi yang telah diriwayatkan oleh Ibnu Saunni telah dijelaskan bahwa barang siapa yang membaca ‘Allahumma inniasbahtu minka fi nikmati’ sebanyak tiga kali saat pagi dan sore hari maka Allah SWT akan menyempurnakan nikmat atas dirinya, sehingga seseorang akan mendapat banyak limpahan kenikmatan baik itu dari segi rohani maupun jasmani.

4. Sebagai tanda syukur kepada Allah SWT

Berdasarkan hadits Nabi yang telah diriwayatkan oleh Abu Dawud telah diterangkan bahwa jika seorang muslim membaca ‘Allahumma ashbaha…’ pada sore hari maka sejatinya dia telah bersyukur untuk kehidupan malamnya.

5. Mendapat keridhaan dari Allah SWT

Berdasarkan hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Turmudzi telah dijelaskan bahwa jika seorang muslim membaca ‘radhitubillahi rabba…’ di waktu sore hari dengan ikhlas maka Allah SWT akan memberikan keridhaan kepadanya atas semua pekerjaan yang dilakukannya. Inilah salah satu manfaat dan keutamaan dalam membaca doa Al Ma’tsurat.

6. Mendapat pahala lebih banyak

Berdasarkan hadits Nabi yang telah diriwayatkan oleh Muslim telah diterangkan bahwa Rosulullah menemui Juwariyah yang berada dalam mushollanya. Beliau bertanya kepadanya mengapa dia berlama-lama berada di dalam musholla, padahal jika Juwariyyah membaca ‘Subhanallahu wabihandihi…’ sebanyak tiga kali maka pahalanya lebih berat dari apa yang telah dilakukan Juwariyah yaitu berlama-lama berada dalam musholla.

7. Terhindar dari segala bahaya yang dapat mengancam

Berdasarkan hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Abu Turmudzi telah diterangkan bahwa jika seorang muslim membaca ‘Bismillahilladzi laa yaadzurru…’ sebanyak tiga kali di waktu pagi dan sore hari maka Allah SWT akan menjaganya dari segala bahaya yang dapat datang kepadanya.

Alangkah beruntungnya bagi setiap muslim yang mampu mengamalkan doa al ma’tsurat yang berasal dari Rosulullah karena doa ini memberikan banyak manfaat dan memiliki banyak keutamaan bagi seorang muslim. Semoga dengan mengetahui hal ini dapat menjadi pendorong bagi setiap muslim untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

3 HAL YANG DAPAT MENINGKATKAN DERAJAT


Mungkin akrab di lingkungan pergaulan kita, banyak orang diperlakukan berbeda karena kekayaannya, pendidikannya, keturunannya, jabatannya dan ‘strata sosial’ lainnya. Sedih memang diperlakukan berbeda, sebagaimana ketika saya pernah diperlakukan berbeda di sebuah show room mobil hanya karena mobil yang saya bawa kelas ‘biasa saja’. Berbeda ketika hari setelahnya saya membawa mobil yang ‘menurut ukuran’ mereka ‘berkelas’, perlakuan pun mendadak berubah. Semua serba sopan dan memberikan penghargaan.

 Akan selalu panas rasanya kalau kita tidak menenangkan hati dengan ‘kategori berkelas’ yang Rasulullah SAW tuntunkan. Ada tiga hal yang dapat meninggikan derajat kita di mata Allah, namun luar biasanya tiga hal tersebut tidak hanya mampu menaikkan derajat kita di akhirat tapi juga di dunia. Hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ini sangat masyhur.

”Wahai manusia! Sebarkanlah salam, berilah makanan, sambunglah tali silaturahmi dan shalatlah ketika manusia lain tengah tertidur; niscaya kamu akan masuk surga dengan selamat sejahtera” (HR. At Tirmidzi).

1.Ifsyaaus Salaam (Menyebarkan Salam)

Rasanya tepat sekali syariat sholat ditutup dengan salam. Kita menoleh ke kanan ke kiri seakan memberi pesan bahwa siapapun yang ada di lingkaran kita harus aman, harus terlingkungi kedamaian. Salam juga sebagai bentuk dari silaturrahim, sebuah habit yang sangat penting untuk mengembangkan relasi sosial lebih baik, bahkan termasuk untuk setiap kesuksesan profesi kita. Dalam bisnis misalnya bisa dibilang 50% modal dimulai dari database. Artinya Rasulullah telah mengajarkan siapa yang silaturrahimnya baik, relasinya akan semakin luas, peluang usaha semakin terbuka, untung pun akan bertambah.

Jika setiap pelaku usaha menyiapkan agenda dan strategi promosi sebagai bentuk menyebarluaskan informasi usahanya, bukankah pesan risalah keTuhanan dan Kenabian juga perlu kita sebarkan, kita promosikan?

Mari biasakan beruluk salam, kini jarak tak relevan menjadi alasan. Ada sms, ada email, ada telepon, ada internet, dan medium lainnya. Mengapa akhlak ini bisa menaikkan derajat kita? Karena pada prinsipnya setiap kita memiliki ego untuk mendapat penghargaan. Maka barang siapa yang mau menghargai orang lain dengan ’dianggap kehadirannya’ melalui kiriman salam, jabat tangan, dan lainnya pastilah akan juga memberikan derajat yang baik kepada kita. Coba saja kita melihat di komplek perumahan kita, banyak RT/RW dipilih bukan karena kekayaannya, tapi banyak yang karena mereka adalah pribadi-pribadi yang dianggap akrab bagi warganya, yang mau menyapa, dan tentunya ringan untuk menolong sesamanya.

2.Ith’aamuth Tho’aam (Memberi makanan)

Rasulullah SAW mendidik kita untuk bersikap dermawan. Karena menjadi dermawan bukan given, tapi dilatih. Untuk melatihkan ke anak-anak kita tentu kita terlebih dahulu yang harus melakukannya. Bertetangga bukan masalah uang, tapi seberapa kita ingat pada mereka. Salah satu cara untuk mengingat keberadaan mereka adalah dengan saling membiasakan diri untuk memberi. Bukan masalah karena mereka berkekurangan tapi memang karena kita sayang, kita hargai keberadaannya. Dan bukan suatu aib rasanya saling memberi makanan meskipun tinggal di perumahan gedongan.

Bahkan saya minimal setahun sekali saat lebaran selalu menyempatkan diri dan keluarga mengunjungi ’bekas rumah kontrakan’ yang kami tinggali duapuluh tahun yang lalu. Sampai sekarang mereka masih ingat saya, bukan karena sekarang saya berkecukupan tapi karena justru sejak belum punya anak saya dan istri selalu membiasakan berbagi meskipun hanya sepotong dua potong krupuk yang dibagikan ke tetangga sekitar. Saat itu sungguh saya jauh dari sejahtera, tapi saya ingin membiasakan memberi, bahkan terkadang mentraktir makanan. Karena kepuasan memberi dan mendapat kasih sayang orang yang kita beri sungguh sangat nikmat bahkan ’derajat baik’ kita tak dilupakan hingga berlalunya zaman.

Mari biasakan selalu untuk memisahkan uang kita, pisahkan mana yang benar-benar milik kita mana yang hak orang lain, apalagi itu uang kantor, uang karyawan, dan lainnya. Segera pisahkan, jangan sekali-kali kita terlena untuk gampang memakainya. Sisihkan sebagian untuk membantu orang lain, memberi makan orang lain yang membutuhkan, jangan tunggu setelahnya kita kaya dan berkecukupan. Justru ketika kita biasa saja, saat saldo kita tak seberapa, derajat kita semakin tinggi di mata Allah dan juga ’mata manusia’ karena rela berbagi.

3. Ash Sholaatu fil Lail (Shalat Malam)

Qiyamul lail bukan masalah sulit, ini tergantung gaya hidup dan kebiasaan kita. Kalau pukul 21 kita sudah tidur, insya Allah bangun jam 3 atau menjelang jam 4 bukan hal yang berat. Mari kita latih, tidak harus 11 rokaat, 2 rokaat saja dulu juga bisa, 1 rokaat juga boleh, yang penting ada kemauan dan dilakukan rutin.

Jangan tunggu tua, jangan tunggu kaya….karena tua muda, miskin kaya semua perlu surga!

#sumber rumahzakat.org